Saturday, 11 February 2012

segala rindu lapar terkapar

malam rindu malam pengantin, kekasih
lapar, semangkok mie
adalah menabung buat malam musim dingin

malam rindu malam burung hantu, kekasih
kepak di siang
adalah pelabuhan untuk ingin yang karatan

malam rindu malam mati lampu, kekasih
gelap sepercik nur
adalah (a+b) (a-b) bagi a2-b2

malam rindu malam mata
perut dan tangan menggapai-gapai
warna laut rasa dalam, menyelam
tak sampai-sampai, lunglai

Teguh O'wijaya, Jakarta

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

About Me

My Photo
Cobaan yang datang itu seperti hujan yang turun ke bumi, kita bisa memilih diam menunggu ataukah menari bersamanya dengan gembira
 
 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger