setiap jam

setiap jam aku hanya pejam
pintu dikatubkan matahari yang terbenam
dengan hati pedih tak terbilang
tempat terang selalu menghilang

tapi antara hati dan hati
lebih dinikmati
lebih diam, mati
dengan jiwa luka hati gunda
karena kau hanya
pura-pura dan bengah

Tinees, Jakarta
Share on Google Plus

About abah parakanca

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.