Wednesday, 25 April 2012

Ayam Ketawa Harganya Mengejutkan

Ayam ketawa atau dikenal juga ayam gaga makin dicari penggemar, harganya makin meroket dan mengejutkan. Satu ekor ayam ketawa dengan suara kokok ‘ketawa’ standar di Yogyakarta dibandrol Rp 3,5 juta. Jika sering ikut kontes, ketawanya makin bagus, seekor ayam ketawa mencapai Rp 25 juta.
Pemantauan “PRLM” di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) di Jalan Bantul KM 1, Dongkelan, Rabu (29/9), ayam ketawa tersebut hanya bisa dijumpai di lapak pedagang satwa tertentu saja. Tidak semua pedagang pasar menyediakan unggas yang berasal dari kawasan Sidrap (Sidenreng Rappang) Sulsel tersebut. “Harganya mahal, tidak semua pedagang menjual ayam ketawa,” ujar seorang pedagang.

Seorang pedagang menunjukkan ayam jago warna kombinasi putih, hitam, sambil menyilakan untuk menungu kokok. Ketika sang ayam ‘ketawa’, bunyinya unik, nadanya sangat mirip suara orang. “Jagonya dipatok dengan harga Rp 3,5 juta,” kata Soleh, seorang pedagang. 

Menurut dia, harga ayam ketawa bakalan yang belum berkokok rata-rata di atas Rp 1 juta. Kalau itik ayam usia 3 minggu harganya Rp 750 – Rp 800 ribu. “Pemilik ayam ketawa biasanya menahan untuk menjual itik ayam karena merawatnya mudah, makanannya tidak khusus. Itik ayam biasanya dibiarkan jadi bakalan, harganya pasti di atas Rp 1 juta. Apalagi bakalan perempuan yang bagus, lebih mahal lagi,” ujar Soleh dengan nada promotif. Konsekuensi harga mahal, pembeli kebanyakan hanya kalangan penggemar.

Di berbagai laman ditulis ayam ini telah memikat banyak orang, tidak hanya di daerah asalnya, Sidrap. Bahkan, penggemar telah membentuk wadah seperti Persatuan Pemerhati dan Pelestari Ayam Gaga Indonesia atau P3AGI, Asosiasi Pencinta Ayam Gaga Indonesia (ASPAGIN), dan Pencinta Ayam Gaga Indonesia (PAGI).
Peternak di Sidrap sampai penggemar di berbagai daerah mengekspresikan rasa kagumnya dengan ungkapan 

“Kokok Ayam Sidrap”, ketika berkokok ujung suara kokoknya layaknya orang tertawa. Peternak di Sidrap lebih masyhur menyebut piaraannya dengan ‘Ayam Gaga’. Karena ada suara mirip tawa, muncul istilah Ayam Ketawa. Semakin bagus tawanya, dan sering ikut kontes, maka harga seekor ayam bisa mencapai Rp 25 juta.
Dalam AGROBIS edisi 655 disebutkan, masyarakat Bugis memiliki kepercayaan ada makna di balik nama dan warna ayam. Warna Bakka (putih mengkilap dihiasi hitam, oranye, merah dan kaki hitam/putih, dimaknai mengembangkan harta dari pemiliknya); Ceppaga Bolong (hitam dihiasi putih, bintik putih badan sampai pangkal leher, kaki hitam, mendatangkan harta); warna Koro (menunjukan tempat, merujuk ada harta atau sesuatu yang istimewa); warna Lappung (menampung harta); warna Ijo Buota ( harta lebih awet/lama).
 

0 comments

Post a Comment