Minggu, 18 Maret 2012

tata cara menerima tamu

Sejak zaman dulu, nenek moyang telah mengajarkan untuk selalu mengajarkan untuk selalu bersikap ramah kepada tamu, hal itu memang tetap kita pertahankan walaupun mungkin berbeda dalam tata caranya. Lain dulu lain sekarang, dulu kita pasti mengajak tamu makan bila ia datang pada jam makan, sekarang tidak perlu sungkan untuk meminta tamu menunggu anda selesai makan. 
Dulu, anda bisa tak jadi pergi karena ada tamu, kini, anda dapat mengatakan kepadanya bahwa anda ada acara tanpa takut menyinggung perasaannya. 
Perubahan ini ada karena pergeseran nilai, tapi bagaimanapun juga tetap ada tata cara untuk menerima tamu, antara lain :
  • jika di saat tamu datang anda sedang mengenakan daster, hendaknya segera ganti pakaian agar kelihatan lebih resmi
  • tak perlu bingung bila stoples kue anda kosong, secangkir teh hangat atau segelas minuman dingin sudah cukup, asal jangan lupa mempersilahkan tamu minum sesudah minuman tersaji di depannya
  • wadah yang tepat untuk menyajikan teh hangat adalah dalam cangkir, lebih baik lagi jika gula ditempatkan dalam mangkuk terpisah, bila hendak menyajikan teh dingin, harus ditambahkan potongan es dan disajikan dalam gelas 
  • cara menyajikannya, kepada tamu dahulu baru kemudian nyonya rumah, perhatikan pula peralatan minumnya, harus kering dan bersih
  • walaupun saat ini teh botol dam soft drink merajai pasaran, janganlah anda menyajikan minuman dengan botolnya untuk satu atau beberapa orang tamu yang datang ke rumah, lain halnya bila anda mengundang lebih dari 20 orang tamu, jamuannya bersifat santai atau dalam keadaan terpaksa (misalnya ada kematian)
  • bila tamu membawa buah tangan, lihatlah isinya, tunjukanlah perasaan senang anda dan tntunya tidak lupa mengucapkan terima kasih
  • untuk mengenal etiket, memerlukan perasaan yang halus, dan hal itu tersirat dalam pembicaraan yang anda lakukan, seakrab-akrabnya tamu anda, di dalam pembicaraan janganlah anda menyinggung perasaannya atau mengecilkan hatinya, misalnya tamu menceritakan tentang suaminya yang menjalani operasi usus buntu, tentu anda tidak akan menceritakan tentang salah seorang kenalan yang meninggal karena operasi tersebut bukan??

0 komentar

Poskan Komentar